SENAM HAMIL

BAB II

PEMBAHASAN

SENAM HAMIL

A. Pengertian Senam Hamil

Senam hamil adalah program kebugaran yang diperuntukan bagi Ibu hamil. Oleh karena itu senam hamil memiliki prinsip-prinsip gerakan khusus yang disesuaikan dengan kondisi ibu hamil. Latihan-latihan pada senam hamil di rancang khusus untuk menyehatkan dan membugarkan Ibu hamil, mengurangi keluhan yang timbul selama kehamilan, serta mempersiapkan fisik dan psikis Ibu dalam menghadapi persalinan.

B. Manfaat Senam

Barbara Hoistein dalam shaping up for a healthy pregnarcy menyebutkan manfaat senam hamil sebagai berikut :
– Memperbaiki sirkulasi
– Meningkatkan keseimbangan otot-otot
– Mengurangi bengkak-bengkak
– Mengurangi resiko gangguan gastrointestinal, termasuk sembelit
– Mengurangi kejang kaki
– Menguatkan otot perut
– Mempercepat penyembuhan setelah penyembuhan

C. Tujuan Senam Hamil

Mochtar (1998) membagi tujuan dari senam hamil menjadi tujuan secara umum dan khusus, tujuan tersebut dijabarkan sebagai berikut:

1. Tujuan Umum :

Melalui latihan senam hamil yang teratur dapat dijaga kondisi otot-otot dan persendian yang berperan dalam proses mekanisme persalinan.

Mempertinggi kesehatan fisik dan psikis serta kepercayaan pada diri sendiri dan penolong dalam menghadapi persalinan.

Membimbing wanita menuju suatu persalinan yang fisiologis.

2. Tujuan Khusus :

Memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut, otot-otot dasar panggul, ligamen dan jaringan serta fasia yang berperan dalam mekanisme persalinan.

Melonggarkan persendian-persendian yang berhubungan dengan proses persalinan.

Membentuk sikap tubuh yang prima, sehingga dapat membantu mengatasi keluhan-keluhan, letak janin dan mengurangi sesak nafas.

Menguasai teknik-teknik pernafasan dalam persalinan.

Dapat mengatur diri kepada ketenangan.

D. Kondisi Yang Membatalkan Senam
– Kelainan jantung
– Thromboplebitus (radang otot dan gumpalan darah beku)
– Pulmonary embolism (gumpalan darah pada paru-paru)
– Rentan terhadap kelahiran premature
– Pendarahan pada vagina/selaput membrane pecah
– Gangguan pada perkembangan rahim
– Bengkak mendadak pada muka, tangan sakit kepala/pusing

E. Tanda-tanda Peringatan Untuk Menghentikan Senam

Jika anda mengalami salah satu tanda-tanda dibawah ini, hentikan senama segera & hubungi perawat medis anda.
– Perdarahan vagina.
– Sakit perut/dada.
– Bengkak mendadak pada tangan, muka/kaki, merah pada kaki dan terasa sakit.
– Pusing-pusing,mual-mual/muntah, sakit kepala berat & menetap yang tidak hilang
– Akitivitas janin menurun dan adanya kontraksi otot rahim.
– Rasa linu pada daerah pangkal paha & pinggul.
– Jantung berdebar dan Sesak nafas.

F. Hal-hal yang perlu di perhatikan :
1. Lakukan seluruh rangkaian senam ini sebatas kemampuan. Rasa nyeri jantung berdenyut terlalu keras & sesak nafas merupakan tanda batas yang tidak boleh di lampui.
2. Senam relaksasi pernafasan dan penenangan dapat di lakukan setiap saat apabila di butuhkan.
3. Pantaulah gerakan bayi sebelum, selama dan sesudah melakukan senam.

G. Waktu Pelaksanaan Senam Hamil

Senam hamil dianjurkan dilakukan ketika janin dalam kandungan telah berusia lebih dari 3 bulan, karena sebelum usia kandungan menginjak 3 bulan perlekatan janin di dalam uterus belum terlalu kuat. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari resiko abortus.

Kebutuhan Fisik Ibu Hamil Trimester 1,2 dan 3 dalam Senam hamil

 Trimester Pertama

Pada trisemester pertama ini, Anda dianjurkan untuk senam ringan mulai dari minggu pertama sampai minggu ke empat belas kehamilan. Selama itu,Anda akan dibatasi untuk berjalan selama 30 menit saja perhari, dan menjaga detak jantung tidak lebih dari 140. Latihan senam ringan juga tidak boleh lebih dari 30 menit.

Trimester Kedua

Pada masa ini, Anda boleh meningkatkan senam hamil Anda lebih keras sedikit. Tapi,tetap penting untuk menjaga detak jantung di bawah 140 dan untuk menghindari terlalu panas tubuh. Hindari latihan yang melibatkan sit-up perut. Dan ingat untuk selalu minum banyak air.

Trimester Ketiga

Selama trimester ketiga, wanita hamil akan mengalami pembesaran rahim, kelebihan berat badan dan pergelangan kaki menjadi bengkak. Tapi, asalkan nyaman, latihan senam hamil masih dapat dilakukan. Karena setiap perempuan dan setiap kehamilan itu berbeda, Anda harus berbicara dengan dokter Anda tentang latihan rutin yang terbaik untuk Anda. Latihan yang tepat dan teratur dapat membantu menghilangkan nyeri pada punggung dan membuat tubuh Anda menjadi lebih bugar dan kuat membawa janin Anda.

Senam hamil biasanya dimulai saat kehamilan memasuki trisemester ketiga, yaitu sekitar usia 28-30 minggu kehamilan. Selain untuk menjaga kebugaran, senam hamil juga diperlukan untuk meningkatkan kesiapan fisik dan mental calon ibu selama proses persalinan.

Cara Latihan Senam hamil

  1. Latihan pendahuluan

Tujuannya adalah untuk mengetahui daya kontraksi otot –otot tubuh, luas gerakan persendian, dan mengurangi serta menghilangkan nyeri dan kekakuan tubuh.

  1. Latihan 1

Sikap duduk tegak bersandar ditopang kedua tangan, kedua tungkai kaki diluruskan dan dubuka sedikit, seluruh tubuh lemas dan rileks.

Latihan:

Gerakan kaki kiri jauh kedepan, kaki kanan jauh kebelakang ; lalu sebaliknya gerakan kanan jauh kedepan, kaki kiri jauh kebelakang. Lakukan masing – masing 8 kali.

Gerakan kaki kanan dan kiri sama – sama jauh kedepan dan kebelakang( flekdi plantar dan dorsal)

Gerakan kaki kanan dan kiri bersama – sama kekanan dan ke kiri

Gerakan kaki kanan dan kiri bersama – sama kearah dalam(endorotasi) sampai ujung jari menyantuh lantai, lalu gerakan kedua kaki kearah luar(ektsorotasi)

Putarkan kedua kaki bersama – sama (sirkumduksi) kekanan dan kiri masing – masing 4 kali

Angkat kedua lutut tanpa menggeser kedua tumit dan bokong, tekankan kedua tungkai kaki ke lantai sambil mengerutkan otot dubur, lalu tarik otot-otot perut sebelah atas simfisis kedalam (kenpiskan perut) kemudian relaks kembali. Lakukan sebanyak 8 kali.

  1. Latihan 2

Sikap : duduk tegak, kedua tungkai kaki lurus dan rapat.

Latihan : Letakkan tungkai kanan di atas tungkai kiri, kemudian tekan tungaki kiri dengan kekuatan seluruh tungkai kanan sambil mengempeskan dinding perut bagian atas dan mengerutkan liang dubur selama beberapa saat, kemudian istirahat. Ulangi Gerakan ini dengan tungkai kiri di atas tungkai kanan. Lakukan gerakan – gerakan tersebut masing – masing 8 kali.

  1. Latihan 3

Sikap : duduk tegak, kedua tunkai kaki lurus, rapat dan rileks

Latihan :

Angkat tungkai kanan ke atas, lalu letakkan kembasli; angkat tungkai kiri keatas, lalu letakkan kembali; lakukan hal ini berganti – ganti sebnyak 8 kali.

Lakukan pula latihan seperti di atas dalam posisi berbaring terlentang, kedua tungkai kaki lurus; angkat kedua tungkai bersama – sama, kedua lutut jangan di tekuk; kemudian turunkan kembali perlahan – lahan. Lakukan gerakan ini sebanyak 8 kali.

  1. Latihan 4

Sikap : duduk bersila, badan tegak, kedua tangan di atas bahu, kedua lengan di samping badan.

Latihan :

Tekan samping payudara dengan sisi lengan atas

Lalu putarkan kedua lengan tersebut kedepan, ke atas samping telinga

Teruskan sampai kebelakang dan akhirnya kembali kesikap semula. Lakukan gerakan – gerakan diatas sebanyak 8 kali.

  1. Latihan 5

Sikap : berbaring, telentang kedua lengan disamping badan dan kedua lutut ditekuk.

Latihan : angkat pinggul sampai badan dan kedua tungkai atas membentuk sudut dengan lantai yang ditahan oleh kedua kaki dan bahu. Turunkan pelan –pelan. Lakukan sebanyak 8 kali.

  1. Latihan 6

Sikap : berbaringlah telentang, kedua tungkai lurus, kedua lengan berada disamping badan, keseluruhan badan rilaks.

Latihan : panjangkan tungkai kanan dengan menarik tungkai kiri mendekati bahu kiri, lalu kembali pada posisi semula. Ingat kedua lutut tidak boleh ditekuk (dibengkokkan). Keadaan dan gerakan serupa dilakukan sebaiknya untuk tungkai kiri. Setiap gerakan dilakukan masing –masing 2 kali. Latihan ini diulang sebanyak 8 kali.

  1. Latihan 7

Latihan : panggul diputar kekanan dan kekiri masing –masing 4 kali. Gerakan panggul kekiri yang dilakukan sebagai berikut : tekankan pinggang kelantai sambil mengempiskan perut dan mengerutkan otot dubur, gerakan panggul kekanan, angkat pinggang, gerakan panggul kekiri dan seterusnya.

Cara – cara latihan pendahuluan diatas dilakukan beberapa hari sampai wanita hamil ini dapat menjalankan latihan –latihan inti.

  1. Latihan Inti

Tujuan : latihan pembentukan sikap tubuh, latihan kontraksi dan rileksasi, latihan pernapasan.

  1. Minggu ke 22-25
    1. Latihan pembentukan sikap tubuh

Sikap : berbaring telentang, kedua lutut ditekuk, kedua lengan disamping badan dan santai (rilaks).

Latihan : angkat pinggang sampai badan membentuk lengkungan. Lalu tekankan pinggang kelantai sambil mengempiskan perut, serta kerutkan otot – otot dubur, lakukan merulang kali (8-10 kali).

  1. Latihan kontraksi relaksasi

Sikap : berbaring telentang, kedua lengan disamping badan, kedua kaki ditekuk pada lutut dan rileks.

Latihan : tegangkan otot-otot muka dengan jalan mengerutkan dahi, mengatupkan tulang rahang dan menegangkan otot-otot leher selama beberapa detik, lalu lemaskan dan rileks. Lakukan ini 8-10 kali.

  1. Latihan pernapasan

Sikap : berbaring telentang, kedua lengan disamping badan, kedua kaki ditekuk pada lutut dan santai.

Latihan :

v  Letakkan tangan kiri diatas perut

v  Lakukan pernapasan diafragma : tarik napas melalui hidung, tangan kiri naik keatas mengikuti dinding perut yang menjadi naik, lalu hembuskan napas melalui mulut. Frekuensi latihan adalah 12-14 kali permenit.

v  Lakukan gerakan pernapasan ini sebanyak 8 kali dengan interal 2 menit.

Tujuan : untuk mempercepat timbulnya rileksasi, menghilangkan rasa nyeri his kala pendahuluan dan his kala pembukaan dan untuk mengatasi rasa takut dan stres.

  1. Minggu ke 26-30
    1. Latihan pembentuh sikap tubuh

Sikap : merangkap, kedua tangan sejajar bahu. Tubuh sejajar dengan lantai, sedangkan tangan dan paha tegak lurus.

Latihan :

v  Tundukkan kepala, sampai terlihat kearah vulva, pinggang diangkat sambil mengempiskan perut bawah dan mengerutkan dubur

v  Lalu turunkan pinggang, angkat kepala sambil melemaskan otot-otot dinding perut dan dasar panggul. Ulangi kegiatan diatas sebanyak 8.

  1. Latihan kontraksi dan relaksasi

Sikap : berbaring terlentang, kedua tangan disamping badan, kedua kaki ditekuk pada lutut dan santai.

Latihan : lemaskan seluruh tubuh, kepalkan kedua lengan dan tegangkan selama beberapa detik, lalu lemaskan kembali. Kerjakan sebanyak 8 kali.

  1. Latihan pernafasan

Sikap : berbarung, terlentang, kedua kaki ditekuk pada lutut, kedua lengan disamping badan dan lemaskan badan.

Latihan :

v  Lakukan pernafasan torak (dada) yang dalam selama 1 menit, lalu ikuti dengan pernafasan diafragma. Kombinasi kedua pernafasan ini dilakukan 8 kali dengan masa interval 2 menit.

v  Latihan pernafasan bertujuan unutk mengatasi rasa nyeri (sakit) his pada waktu persalinan.

  1. Minggu ke 31-34
    1. Latihan pembentukan sikap tubuh

Sikap : berdiri tegak, kedua lengan disamping badan, kedua kaki selebar bahu dan berdiri rileks.

Latihan :

v  Lakukan gerakan jongkok perlahan-lahan, badan tetap lurus, lalu tegak berdiri perlahan-lahan.

v  Pada mula berlatih, supaya jangan jatuh, kedua tangan boleh berpegangan pada misalnya sandaran kursi. Lakukan sebanyak 8 kali.

  1. Latihan kontraksi dan relaksasi

Sikap : tidur telentang, kedua tangan disamping badan, kedua kaki ditekuk dan lemaskan badan.

Latihan : lakukan pernafasan diafragma dan dada yang dalam.

  1. Latihan pernafasan

Latihan pernafasan seperti telah diharapkan tetap dengan frekuensi 26-28 permenit dan lebih cepat. Gunakan untuk menghilangkan rasa nyeri.

  1. Minggu ke 35 sampai akan partus
    1. Latihan pembentukan sikap tubuh

Sikap : berbaring telentang, kedua lengan disamping badan, kedua kaki ditekuk pada lutut dan rilaks.

Latihan : angkat badan dan bahu, letekkan dagu diatas dada melihatlah kearah vulva. Kegiatan ini pertahankan beberapa saat, lalu kembali kesikap semula dan santailah. Latihan ini diulang 8 kali dengan interval 2 manit.

  1. Latihan kontraksi dan relaksasi

Sikap : tidur telentang, kedua lengan disamping badan, kedua kaki lurus, lemaskan seluruh tubuh, lakukan pernafasan secara teratur dan berirama.

Latihan : tegakkan seluruh otot tubuh dengan cara : katupkan rahang kerutkan dahi, tegangkan otot–otot leher kepalkan kedua tangan, tegangkan bahu tegangkan otot–otot perut, kerutkan dubur tegangkan kedua tungkai kaki dan tahan napas, setelah beberapa saat kembali kesikap semula dan lemaskan seluruh tubuh. Lakukan kegiatan ini 9 kali.

  1. Latihan pernafasan

Sikap : tidur telentang, kedua lutut dipegang oleh kedua lengan (posisi litotomi) dan rileks.

Latihan : buka mulut sedikit dan benafaslah sedalam–dalamnya, lalu tutup mulut. Latihan mengejan seperti buang air besar (defekasi) kearah bawah dan depan. Setelah lelah mengejan, kembali keposisi semula. Latihan ini diulang 4 kali dengan interval 2 menit

3. Latihan Penenangan dan Relaksasi

    1. latihan penenangan

Tujuan: latihan ini berguna untuk menghilangkan tekanan (stres) pada waktu melahirkan. Dengan latihan ini diharapkan ibu dapat menjadi tenang dan memperoleh relaksasi sempurna menghadapi persalinan.

Sikap: berbaring miring kearah punggung janin, misalnya ke kiri, maka lutut kanan diletakan di depan lutut kiri keduanya ditekuk. Tangan kanan ditekuk di depan badan, sedangkan tangan kiri dibelakang badan.

Latihan: Tenang, lemaskan seluruh badan,mata dipicingkan, hilangkan semua suara yang menganggu; atasi tekanan. Kerjakan latihan ini selama 5-10 menit.

  1. Latiahan Relaksasi

Syarat :

  1. Tutuplah mata dan tekukkan semua persendian
  2. Lemaskan seluruh otot – otot badan termasuk muka
  3. Pilihlah tempat yang tenang atau tutuplah mata dan telinga
  4. Pusat kan pikiran pada suatu titik, misalnya pada irama pernafasan
  5. Pilihlah posisi relaksasi yang paling anda senangi

Ada 4 posisi relaksasi, yaitu

  1. Posisi terlentang kedua kaki lurus
  1. Berbaring terlentang, kedua lutut ditekuk
  1. Berbaring miring
  1. Posisi relaksasi nyang sedang duduk, yaitu dengan duduk menghadap sandaran kursi dalam posisi membungkuk, kedua kaki kelantai, kedua tangan di atas sandaran.

Duduklah dengan tenang, pada ke 4 posisi di atas, relaksasi dilakukan dengan jalan menutup atau memincingkan mata, melemaskan otot- otot seluruh tubuh, tenang dan bernafas dalam dan teratur. Gunanya untuk memberikan ketenangan dan mengurangi nyeri oleh his, karena itu dapata dilakukan pada kala pendahuluan dan kala pembukaan.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Yang dapat diambil dari penjelasan dan beberapa peragaannya senam hamil yaitu Senam dapat mengurangi berbagai gangguan yang umumnya terjadi selama kehamilan seperti pemekaran pembuluh darah (varises), sakit pinggang, serta nyeri otot-otot & persendian. Meningkatkan stamina, yang sangat diperlukan selama persalinan & menguatkan serta mengencangkan otot-otot.

Program senam hamil yang baik juga dapat memperbaiki postur tubuh karena pengaruh rahim & perut yang mengembang sehingga menyebabkan daerah peluis bergeser ke depan. Gerakan-gerakan senam untuk mengencangkan otot-otot pantat, punggung, bahu, perut akan menjaga penampilan anda tetap cantik & mengurangi kemungkinan berbagai gangguan akibat postur tubuh kurang sehat. Dalam latihan juga hendaknya diawali dengan pemanasan dan lakukan relaksasi setelah melakukan senam hamil untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

Daftar Pustaka

Heardman Helen (Alm). 1998. Senam Hamil. Jakarta : EGC.

Kusmiyati Yuni, dkk. 2009. Perawatan Ibu Hamil. Yogyakarta : Fitramaya.

Manuaba. 1999. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta : EGC.

Nugroho Trinoval Yanto. 2010. Senam Hamil. http://www.trinoval.web.id/2010/04/senam-nifas.html. 22 mei 2010. 09:50

Saminem. 2008. Kehamilan Normal. Jakarta : EGC.

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

PERKEMBANGAN JANIN USIA 24 MINGGU

 Proses perkembangan janin di mulai dengan perkembangan embrio melalui pembelahan hasil konsepsi yang kemudian berkembang menjadi fetus di mulai pada usia 8 minggu, dalam topik ini akan di bahas mengenai perkembangan fetus tersebut pada usia kehamilan 6 bulan yang mencakup usia 21-24 minggu. Pada usia ini janin masih sangat kecil, garis-garis sudah tampak pada telapak tangan dan ujung-ujung jarinya. Sistem pendengaran belum berkembang walaupun belum sepenuhnya berfungsi. Proses pembentukan tulang terus berlanjut sehingga tulang janin semakin kuat. Panjang janin 33 cm dan beratnya 570 gr.

Janin sudah tidak bisa bergerak leluasa, karena seluruh ruangan dalam rahim telah terisi atau penuh. Janin akan berada pada posisi meringkup, dengan tangan didepan dagu dan kaki didepan dada. Walaupun sisitem organ belum verfungsi sepenuhnya, namun janin mampu mendengarkan suara-suara dari luar, dan mampu merasakan apa yang dirasakan ibu, bila ibu merasa stres, cemas, kesal, sedih, atau bahagia janin akan merasakan hal yang sama, kondisi ini disebabkan hormon adrenalin yang diproduksi ibu dapat menembus plasenta sehingga mempengaruhi kondisi emosi bayi. Si ibu dapat merasakan bagian-bagian tubuh janin yang berlainan dengan menyentuh dinding perutnya. Otot rahim ibu meregang dan kadang ibu merasakan sakit dibagian perut.

 

MINGGU KE-21

       

sarihusada.co.id

 

Beratnya sekitar 350 gram dengan panjang kira-kira 18 cm. Pada minggu ini, berbagai sistem organ tubuh mengalami pematangan fungsi dan perkembangan.Dengan perut yang kian membuncit dan keseimbangan tubuh yang terganggu, bukan saatnya lagi melakukan olahraga kontak seperti basket yang kemungkinan terjatuhnya besar. Hindari pula olahraga peregangan ataupun yang bersikap kompetitif, semisal golf atau bahkan lomba lari.

 

MINGGU KE-22

bidpend.blogspot.com

 Dengan berat mencapai taksiran 400-500 gram dan panjang sekitar 19 cm, si ibu kian mampu beradaptasi dengan kehamilannya. Kekhawatiran bakal terjadi keguguran juga sudah pupus. Tak heran bila ibu amat menikmatinya karena keluhan mual-muntah sudah berlalu dan kini nafsu makannya justru sedang menggebu, hingga ia mesti berhati-hati agar tak terjadi pertambahan berat badan yang berlebih.Ciri khas usia kehamilan ini adalah substansi putih mirip pasta penutup kulit tubuh janin yang disebut vernix caseosa. Fungsinya melindungi kulit janin terhadap cairan ketuban maupun kelak saat berada di jalan lahir. Di usia ini pula kelopak mata mulai menjalankan fungsinya untuk melindungi mata dengan gerakan menutup dan membuka. Jantung janin yang terbentuk di minggu ke-5 pun mengalami “modifikasi” sedemikian rupa dan mulai menjalankan fungsinya memompa darah sebagai persiapannya kelak saat lahir ke dunia.

 

 

MINGGU KE-23

 

ebyinfo.co.cc

Tubuh janin tak lagi terlihat kelewat ringkih karena bertambah montok dengan berat hampir mencapai 550 gram dan panjang sekitar 20 cm. Kendati begitu, kulitnya masih tampak keriput karena kandungan lemak di bawah kulitnya tak sebanyak saat ia dilahirkan kelak. Namun wajah dan tubuhnya secara keseluruhan amat mirip dengan penampilannya sewaktu dilahirkan nanti. Hanya saja rambut lanugo yang menutup sekujur tubuhnya kadang berwarna lebih gelap di usia kehamilan ini.

 

MINGGU KE-24

http://www.ahliwasir.com/page.php%3Ffet…lgrowth1

Janin pada usia 24 minggu (6 bulan), makin terlihat berisi dengan berat yang diperkirakan mencapai 600 gram dan panjang sekitar 21-23 cm. Rahim terletak sekitar 5 cm di atas pusar atau sekitar 24 cm di atas simfisis pubis/tulang kemaluan. Kelopak-kelopak matanya kian sempurna dilengkapi bulu mata. Dari minggu ke 24 dan seterusnya, fetus akan menendang dalam merespon rangsangan, pendengarannya berfungsi penuh. Terbukti, janin mulai bereaksi dengan menggerakkan tubuhnya secara lembut jika mendengar irama musik yang disukainya. Begitu juga ia akan menunjukkan respon khas saat mendengar suara-suara bising atau teriakan yang tak disukainya. Kulit keriput karena lemak subkutan yang sedikit, lanugo menjadi lebih gelap dan vernix caseosa meningkat. System musculoskeletal, system sirkulasi pembentukan darah meningkat dalam sumsum tulang dan menurun dalam hepar, system gastrointestinal, system pernapasan sakus dan duktus alveolus terbentuk, gerakkan seperti pernapasan mulai terlihat, terlihat lesitin dalam cairan amnion, system renalis, system persyarapan  terbentuk selaput khusus korteks serebri proliferasi neuronal pada korteks serebri berakhir, organ-organ pengindra, sisitem genitalis, testis turun pada cincin inguinal dalam posisi desenden ke skrotum.

 

DAFTAR PUSTAKA

Irwan,2008, Pertumbuhan janin trimester 2  kategori tumbuh kembang, http:// dokteranakku.com// 6 februari

Wiknjosastro Hanifa, 2007, Ilmu Kebidanan, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo: jakarta

Manuaba, 1998, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan, EGC: Jakarta

Posted in Uncategorized | Leave a comment

DISTOSIA FAKTOR KEKUATAN

A.  Distosia karena kelainan his

adalah kontraksi uterus yang abnormal ( tidak efisien ), sehingga mengakibatkan tidak terjadinya persalinan yang normal ( distosia uterus ).

      Etiologi

  1. Kelainan his sering dijumpai pada primigravida tua, sedangkan inersia uteri sering dijumpai pada multigravida dan grandemulti.
  2. Faktor herediter, emosi, dan ketakutan memegang peran penting.
  3. Salah pimpinan persalinan, atau salah pemberian obat-obatan seperti oksitosin dan obat-obat penenang.
  4. Bagian terbawah janin tidak berhubungan rapat dengan segmen bawah rahim, ini dijumpai pada kesalahan-kesalahan letak janin dan disproporsi sefalopelvik.

Penilainan terhadap his

Sifat his

–          Frekuensi

–          Kekuatan

–          Lama

–          Relaksasi

–          Kemajuan persalinan

  • Pendataran
  • Pembukaan
  • Turunnya bagian terbawah
  • Putaran paksi dalam

–          Bagian terbawah

  • Besarnya kaput suksedanium
  • Derajat molase

Macamnya

  1. His yang kurang efisien (inefficient uterine contraction)
    1. Inersia uteri hipotonik (kontraksi uterus yang lemah/inersia uteri sebenarnya)
    2. Inersia uteri hipotonik (kontraksi uterus ireguler/kontraksi uterus inkoordinasi     2. His yang terlalu efisien (overefficient uterine contraction)
      1. Partus persipitatus
      2. Tetania uteri

Beda antara inersia uteri hipotonik dan hipertonik

Hipotonik                         Hipertonik

ü  Kejadian                                  4 % persalinan                   1 % persalinan                        

ü  Fase persalinan                        fase aktif                           fase laten

ü  Nyeri                                       nyeri kurang                      nyeri sekali

ü  Gawat janin                             lambat terjadi                    cepat terjadi

ü  Reaksi terhadap oksitosin       baik                                   tidak baik

ü  Pengaruhi sedativa                   kecil                                  besar

1)      His yang kurang efisien

  1. Inersia uteri hipotonik ( inersia uteri yang sebenarnya )

His yang sifatnya: frekuensinya jarang, kekuatannya lemah, lamanya sebentar, dan relaksasi sempurna.

  1. Inersia uteri hipotonik primer adalah his yang lemah dari mulai persalinan.
  2. Inersia uteri hipotonik sekunder adalah his pada saat mulai persalinan baik, kemudian menjadi lemah

Etiologi

  1. Inersia uteri hipotonik primer

–          Gangguan pertumbuhan uterus: bikornis unikolis / hipoplasia uteri

–          Uterus yang terlalu tegang

–          Kehamilan yang sering dengan jarak yang pendek

–          Tumor dinding uterus: mioma uteri

–          Keadaan umum jelek: anemia, penyakit kronis, febris

–          Faktor psikologis: takut dan emosional

–          Bagian bawah janin tak berhubung erat dengan segmen bawah rahim

–          Terlalu lama istirahat tidur

–          Perut gantung ( abdomen pendulans )

–          Kelainan letak

–          Disproporsi kepala panggul

  1. Inersia uteri hipotonik sekunder

–          Pemberian sedativa yang berlebihan

–          Persalinan lama / tidak maju: distosia faktor janin / jalan lahir

Terapi: lihat panduan partograf mengenai kemajuan persalinan.

Komplikasi

Meningkatkannya morbilitas ibu dan janin

–    Ibu

  • Infeksi
  • Partus lama
  • Partus kasep

–          Janin

  • Infeksi intrauteri
  • Gawat janin
  • Janin mati dalam rahim
  1. Inersia uteri hipertonik

Kontraksi uterus tidak ada koordinasi antara bagian atas, tengah, dan bawah, tidak ada dominasi fundal, tidak adanya sinkronisasi antara kontraksi dari bagian-bagiannya. Dengan keadaan seperti ini maka tonus otot terus meningkat sehingga mengakibatkan rasa nyeri yang terus menerus dan terrjadi hipoksia janin.

Macamnya :

  1. Polaritas terbaik (hipertonik segmen bawah rahim) terdapat dominasi servikal, disni tidak ada dominasi fundal malah sebaliknya.
  2. Uterus yang kolik

Tidakm ada koordinasi bagian yang satu dengan yang lain. Bagian yang satu berkontraksi sedangn bagian yang lain relaksasi.

  1. Lingkaran konstriksi (constriction ring = spasmus uterus lokal)

Kontraksi hanya terdapat pada satu daerah saja (teru menerus sedangkan tempat yang lain tidak berkontraksi )

  1. Distosia servikalis

Suatu keadaan dimana serviks tidak mau membuka walaupun his baik / normal.

–     Macamnya:

      a) primer    :  – faktor psikis ( rasa cemas / takut )

                           – kontraksi uterus inkoordinasi

       b) sekunder: – kelainan organik serviks = akhalas                

                            serviks

                              – bekas parut

                              – konglutinasio serviks uteri

                              – tumor serviks ( karsinoma, mioma,

                                Dll )

Terapi

1)      Segmen bawah rahim hipertonik

2)      Uterus yang kolik

3)      Lingkaran kontraksi

  • Kala 1  :  lakukan seksio sesar
  • Kala II: berikan narkosa dalam dicoba     lahirkan pervaginam kalau gagal atau syarat pervaginam tidak dipenuhi lakukan seksio sesar

4)      Distosia servikalis:

seksio sesar oleh karena dapat terjadi

  1. Ruptur uteri
  2. Robekan serviks meluas ke segman bawah rahim
  3. Servika lepas melingkar

(amputasi serviks annular detachment )

Penanganan

      Periksa keadaan serviks, presentasi dan posisi janin, turunnya bagian terbawah janin dan keadaan panggul. Kemudian buat rencana untuk menentukan sikap dan tindakan yang akan dikerjakan, misal pada letak kepala :

  1. Berikan oksitosin drips 5-10 satuan dalam 500 cc dektosa 5%, dimulai dengan 12 tetes/menit, dinaikan setiap 10-15 menit sampai 40-50 tetes/menit. Maksud dari pemberian oksitosin adalah supaya servik dapat membuka.
  2. Pemberian oksitosin tidak usah terus menerus, sebab bila tidak memperkuat his setelah pemberian beberapa lama, hentikan dulu dan ibu dianjurkan beristirahat dan dapat diulangi lagi pemberian oksitosin drips.
  3. Bila inersia disertai dengan disproporsi sefalopelvik, maka sebaiknya dilakukan seksio sesarea.
  4. Bila semula his kuat tetapi kemudian terjadi inersia uteri sekunder, ibu lemah dan partus telah berlangsung lebih dari 24 jam pada primi dan 18 jam pada multi, tidak ada gunanya memberikan oksitosin drips, sebaiknya partus segera diselesaikan sesuai dengan hasil pemeriksaan dan indikasi obstetrik lainnya (ekstraksi vakum atau forsep, atau seksio sesarea).

2)      His yang terlalu kuat

  1. Partus presipitatus adalah tidak banyak yang dapat dilakukan karena persalinan yang berlangsung kurang dari 3 jam oleh karena itu his terlalu kuat dan sering, maka persalinan akan cepat.

Etiologi

–    Belum diketahui

     Terapi

–    Sedativa

      Bahaya

–     Ibu

a)      Emboli air ketuban

b)      Trauma jalan lahir

–          Janin

a)      Hipoksia

b)      Trauma waktu lahir

c)      Tali pusat putus ( anak jatuh )

  1. Tetania uteri

His yang kuat dan hampir tidak ada relaksasi lagi.

Etiologi, terapi, dan bahaya sama dengan partus presipitatus. Kadang-kadanng etiologi partus presipitatus dan tetania uteri disebabkan oleh karena pemberian uterotonika yang tidak diobservasi ketat.

Penanganan

  1. Berikan obat seperti luminal dan sebagainya, asal janin tidak akan lahir dalam waktu dekat (4-6 jam) kemudian.
  2. Bila ada tanda-tanda obstruksi, persalinan harus segera diselasaikan dengan seksio sesarea.

3).  Aksi Uterus Inkoordinasi ( Incoordinate Uterine Action)

                  Sifat his yang berubanh-ubah, tidak ada koordinasi dan singkronasi antara kontraksi dan bagian-bagiannya. Jadi kontraksi tidak efisien dalam mengadakan pembukaan, apalagi dalam pengeluaran janin. Pada bagian atas dapat terjadi kontraksi tetapi bagian tengah tidak, sehingga dapat menyebabkan terjadinya lingkaran kekejangan yang mengakibatkan persalinan tidak dapat maju.

 Penganan

  1. Untuk mengurangi rasa sakit, cemas dan tonus otot, berikan obat-obatan anti sakit dan penenang (sedativa dan analgesik) seperti morfin, petidin, dan valium.
  2. Apabila persalinan sudah berlangsung lama dan berlarut-larut, selesaikanlah partus menggunakan hasil pemeriksaan dan evaluasi dengan ekstraksi vakum, forsep, atau seksio sesarea.

B.     KELAINAN MENGEJAN

Pada umumnya kala II sangat dibantu oleh hejan perut dan bisa dilakukan bersama-sama dengan his.

 Etiologi

–          Otot dinding perut lemah

–          Distosia rekti, abdomen pendulans, jarak antara kedua m.rektus lebar

–          Refleks mengejan hilang karena narkosa atau anestesi

–          Penderita tidak mau / takut mengejan

–          Kelelahan ( otot dinding perut menjadi lenah )

Terapi ( sifatnya profilaksis )

–          Penderita baru oleh mengejan bersamaan dengan his padakala II.

–          Rasa sakit dapat dikurangi dengan pemberian analgetik.

–          Adanya kerja sama antara penderita dan penolong.

Posted in Uncategorized | Leave a comment